Salah satu alasan utama lebih memilih sabun alami adalah tidak mengandung bahan kimia sintetis, apalagi yang berbahaya. Tanpa disadari, sabun kimia sintetis yang beredar di luar sana mengandung bahan-bahan yang sebetulnya sudah tidak boleh digunakan lagi. Apabila tetap digunakan, akan membuat kulit rusak, bahkan memicu alergi, asma, serta menyebabkan kanker dan diabetes.

Perlu Anda ketahui, ada dua macam bahan kimia. Pertama, bahan kimia alami, yaitu bahan kimia yang sudah ada di alam. Contohnya yang terkandung pada air, rempah-rempah, rimpang, kayu, dan buah-buahan. Kedua, bahan kimia sintetis, yaitu bahan kimia yang dibuat melalui proses kimia. Contohnya, terdapat pada sabun, sampo, deterjen, pembasi serangga, hingga makanan dan bumbu masak.

Sabun alami dibuat dengan menggunakan bahan alami. Sabun alami tidak mengandung bahan-bahan kimia berbahaya berikut ini:

Pewangi

Pernah merasa pusing atau mual ketika mencium wewangian tertentu pada sabun? Mungkin saja sabun tersebut mengandung pewangi yang berlebihan. Pewangi atau fragrance memang lazim ditambahkan pada produk pembersih seperti sabun dan sampo. Sayangnya, pewangi mengandung banyak zat yang bersifat toksik baik bagi manusia maupun lingkungan. Efek buruknya adalah, kulit menjadi sensitif, alergi, bahkan bisa menimbulkan kanker. Sabun alami tidak mengandung pewangi yang berbahaya, karena menggunakan pewangi alami seperti minyak esensial.

SLS dan SLES

Jika Anda menyukai sabun yang busanya melimpah, hati-hati! Hampir seluruh sabun kimia mengandung zat yang disebut sodium lauryl sulfate (SLS) atau sodium laureth sulfate (SLES). Kedua zat inilah yang membuat sabun memiliki busa yang melimpah. SLS dan SLES merupakan surfaktan yang sifatnya membersihkan.

Zat ini digunakan kali pertama pada Perang Dunia II. SLS dan SLES bersifat korosif yaitu mengikis lapisan, membuat zat ini ampuh untuk membersihkan minyak dan kotoran pada kendaraan perang dan peralatan perang. Seiring berjalannya waktu, perusahaan-perusahaan besar menggunakannya untuk berbagai produk pembersih. Itu sebabnya, SLS dan SLES bisa membersihkan kulit. Namun, yang dibersihkan bukan kotoran, melainkan minyak alami pada permukaan kulit. Residunya pun tersimpan di jaringan organ. Semakin lama menggunakan sabun yang menandung SLS dan SLES, kulit berpotensi mengalami iritasi.

SLS juga memiliki efek menyerupai hormon tertentu. Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Tubuh dapat memproduksi hormon estrogen lebih banyak, sehingga risiko kanker payudara pun meningkat.

Pada sabun alami, busa yang melimpah didapat dari minyak alami. Misalnya, minyak sawit dan minyak kelapa. Penggunaan bahan ini pun aman karena mengangkat kotoran tanpa menghilangkan minyak alami pada kulit.

Paraben

Zat yang satu ini berfungsi sebagai pengawet dan antijamur pada sabun kimia. Sayangnya, berbahaya bagi kulit. Biasanya sabun kimia hanya menggunakan 1 persen methylparaben. Namun, apabila digunakan terus menerus, paraben bisa menyebabkan perubahan biokomia pada tubuh. Bahkan sampai perubahan sel. Dampak buruknya, dapat mengganggu sistem endokrin, memengaruhi kesuburan, terhambatnya pertumbuhan janin, hingga keguguran. Oleh karena itu, paraben menjadi bahan yang paling tidak dianjurkan.

Triclosan

Triclosan digunakan sebagai antibakteri. Sabun kimia yang menyatakan dirinya sebagai sabun antibakteri, sudah pasti menggunakan zat yang satu ini. Namun, saat ini triclosan dinyatakan sebagai bahan yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Zat ini bisa terserap ke dalam tubuh, lalu menyebabkan beberapa dampak negatif. Misalnya, bakteri-bakteri kebal terhadap antibiotik, membahayakan sistem kekebalan tubuh, dan mengubah susunan hormon pada hewan dan manusia.

Pewarna buatan

Jangan mudah tergiur dengan warna-warni sabun kimia. Sangat mungkin sabun tersebut menggunakan pewarna buatan. Pewarna buatan biasanya berbentuk nonpartikel. Oleh karena itu, zat ini mudah meresap ke dalam tubuh dan masuk ke sel darah. Zat ini pun bersifat karsinogenik, sehingga dapat menyebabkan kanker. Pada sabun alami, pewarna yang digunakan adalah pewarna asli yang didapat dari ekstrak bahan utamanya.

Ketika memilih sabun, jangan lupa membaca label pada kemasannya. Hindari sabun-sabun yang mengandung zat-zat di atas. Agar lebih aman, pastikan Anda menggunakan sabun alami.